Pengertian Web Server, Cek Lengkap Fungsi dan Cara Kerjanya. Web server terdiri atas komponen hardware dan software yang saling menerima permintaan data HTTP/HTTPS dari client.
Bagi Anda yang penasaran tentang apa itu web server dan bagaimana fungsi serta cara kerjanya, mari simak secara lengkap dalam artikel berikut ini!
Sebab, hal inilah yang nantinya akan menjadi ‘pemeran’ utama dalam keberjalanan situs web Anda. Kalau Anda masih ingin mengetahui apa itu web server, maka artikel ini adalah pilihan yang tepat.
Pengertian Web Server, Cek Lengkap Fungsi dan Cara Kerjanya
Web server adalah perangkat keras atau perangkat lunak yang menyediakan layanan berbasis protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) untuk mengelola permintaan dan menyampaikan konten kepada pengguna melalui internet. Web server memungkinkan penyimpanan dan distribusi halaman web, gambar, file, atau data lainnya kepada pengguna yang mengaksesnya melalui peramban web.
Berikut adalah beberapa poin kunci terkait pengertian web server:
- Menerima Permintaan HTTP: Web server menerima permintaan dari peramban web atau aplikasi klien melalui protokol HTTP. Permintaan ini biasanya berisi informasi tentang sumber daya yang diinginkan, seperti halaman web atau file tertentu.
- Penyimpanan Konten: Web server menyimpan berbagai jenis konten, termasuk halaman HTML, gambar, file CSS, JavaScript, dan data lainnya yang diperlukan untuk membangun halaman web.
- Menanggapi Permintaan: Setelah menerima permintaan, web server mengelola proses untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan sumber daya yang diminta. Ini melibatkan pembacaan file dari sistem penyimpanan server dan persiapan untuk dikirimkan ke klien.
- Pengiriman Konten: Setelah persiapan selesai, web server mengirimkan konten atau respon yang sesuai kembali ke peramban web klien. Respon ini berisi informasi yang diperlukan untuk menampilkan halaman web dengan benar.
- Protokol Tambahan: Selain HTTP, beberapa web server juga mendukung protokol keamanan seperti HTTPS (HTTP Secure) yang menggunakan enkripsi SSL/TLS untuk melindungi data selama transmisi.
Contoh web server yang populer termasuk Apache HTTP Server, Nginx, Microsoft Internet Information Services (IIS), dan LiteSpeed. Web server merupakan komponen kunci dalam arsitektur web dan merupakan bagian integral dari setiap situs web atau aplikasi web yang diakses melalui internet.
Jadi, kalau Anda benar-benar tertarik untuk memiliki situs web atau mempelajari sedikit mengenai dasar-dasarnya, maka jangan lewatkan untuk membaca artikel ini.
Istilah web server tentu bukan hal baru lagi kalau Anda memang memiliki sebuah web atau hendak memiliki sebuah situs web. Pada kali ini, kita akan membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan web server. Mulai dari jenis hingga fungsinya.
Tahukah Anda, cara kerja web server ternyata dapat membantu memaksimalkan kinerja website? Setelah menerima permintaan data, web server akan kembali mengirim respons kepada klien untuk kemudian menghasilkan sebuah halaman website.
Pengertian Web Server, Cek Lengkap Fungsi dan Cara Kerjanya
Apa Itu Web Server?
Sebelum membahas cara kerjanya, simak terlebih dahulu pengertian web server sebagai langkah awal pemahaman isi materi.
Mengutip dari situs techtarget, web server adalah perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware) yang terdapat pada sebuah server inti.
Secara bahasa, Anda bisa memahami server ini sebagai pelayan. Dalam konteks web, server ini merupakan sebuah perangkat lunak atau perangkat keras dasar pada sebuah server. Fungsinya sendiri adalah melayani permintaan untuk HTTP atau HTTPS melalui suatu browser (Edge, Chrome, Mozilla, dsb).
Kalau Anda adalah orang awam dalam hal ini, secara lebih sederhana, web server adalah ‘pelayan’ untuk menampilkan situs web. Sebagai dasarnya, kurang lebih seperti itu daripada Anda harus memahami istilah-istilah yang rumit.
Secara operasionalnya, memang web server ini terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras ini adalah alat dasar untuk pelaksanaannya, sedangkan perangkat lunak membantu dalam operasionalnya.
Tak cuma menerima permintaan saja, web server ini juga melakukan pemrosesan dan permintaan dari sebuah data.
Jadi, kurang lebih seperti itulah penjelasan singkat dari web server. Kalau Anda sudah memahaminya, mari kita ke pembahasan selanjutnya, yaitu mengenai cara kerja web server secara lebih lanjut.
Server ini berfungsi untuk menerima halaman website sebagai permintaan melalui sambungan protokol browser atau HTTPS/HTTP.
Setelah merespon permintaan, web server akan menerjemahkannya, lalu memberi hasil (feed back) dalam bentuk dokumen HTML atau PHP.
Secara umum, kinerja web server memiliki keterkaitan yang erat dengan pertukaran coding data pada browser seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dan lain sebagainya.
Nah, hasil dari pertukaran data tersebut lah yang akan menampilkan bentuk konten fisik pada sebuah halaman website.
Secara garis besar, cara kerja web server adalah dengan menerima permintaan data klien, untuk kemudian mengirimnya kembali dalam bentuk berkas atau konten website.
Ketika klien melakukan permintaan data ke web server, maka data akan tersimpan pada Transmission Control Protocol (TCP).
Kemudian, data akan dikirim menuju ke alamat website tujuan.
Setelah permintaan berhasil diproses, maka browser akan menampilkan data server dalam bentuk halaman, konten website atau berkas yang tampil di layar monitor Anda.
Namun, jika request data tidak dapat ditemukan, maka otomatis web server akan menolak permintaan tersebut dan menampilkan notifikasi “Page Not Found” atau “Error 404”.
Pengertian Web Server, Cek Lengkap Fungsi dan Cara Kerjanya
Jenis-Jenis Web Server
Sekarang, mari lanjut ke pembahasan selanjutnya tentang jenis-jenis web server.
Saat ini, setidaknya terdapat 4 jenis web server yang sudah sangat populer di dunia.
Setiap web server memiliki spesifikasi serta keunggulan fiturnya masing-masing.
Apa saja jenis dan cara kerja dari web server tersebut? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan lengkap berikut ini:
1. Apache
Jenis web server yang pertama adalah Apache. Web server ini merupakan produk paling populer dan paling banyak digunakan di dunia.
Pada awalnya, Apache didesain khusus hanya untuk mendukung sistem operasi UNIX.
Namun, seiring berjalannya waktu Apache terus berinovasi sampai akhirnya kini telah kompatibel untuk berbagai jenis sistem operasi.
Cara kerja Apache sangat bergantung pada dukungan dari coding PHP, SSL, dan juga sistem kontrol akses.
Apache populer sebagai web server yang aman karena keunggulan fiturnya seperti proses instalasi yang mudah, dan dapat digunakan dalam bentuk web statis.
Selain itu, Apache juga memiliki sistem konfigurasi yang user friendly dengan pengoperasian yang mudah.
Sehingga, sangat cocok bagi para pengguna yang masih awam dalam dunia web server.
2. NginX
NginX merupakan jenis web server yang menjadi pesaing terberat dari Apache.
Web server ini memiliki banyak keunggulan, dan salah satunya adalah kemampuan untuk merespon berbagai macam permintaan data meskipun trafik website sedang sangat padat.
Selain itu, NginX juga telah mendukung fitur lengkap seperti URL rewriting, virtual host, file serving, reverse proxying, serta access control.
Dengan fitur unggulan tersebut, NginX terbukti mampu memberikan performa sistem yang luar biasa terhadap kinerja website.
Pengertian Web Server, Cek Lengkap Fungsi dan Cara Kerjanya
3. Lighttpd
Lighttpd cukup populer dengan cara kerja web server nya yang bersifat open source dengan dukungan dari sistem operasi Linux dan Unix.
Jika melihat dari segi keunggulan, Lighttpd memiliki fitur yang cukup lengkap dengan pengoperasian yang mudah.
Beberapa contoh fitur unggulan dari Lighttpd antara lain: FastCGi, Output-Compression, FastCGi, dan URL Writing.
4. Internet Information Service (IIS)
Internet Information Service (IIS) merupakan web server besutan Microsoft yang terintegrasi khusus untuk sistem operasi Windows.
Meskipun kurang populer, namun IIS telah berkembang dan berevolusi secara masif sejak pertama kali luncur pada sekitar 20 tahun yang lalu.
IIS sendiri memiliki banyak sekali fitur unggulan dengan konfigurasi yang mudah.
Fitur tersebut antara lain seperti fitur dukungan kinerja maksimal pada sistem operasi Windows, fitur write PHP yang sangat cepat, serta fiturautochecker untuk pengecekan kesalahan data.
Fungsi Web Server
Setelah mengetahui cara kerja web server beserta jenis-jenisnya, Anda juga perlu mengetahui fungsi web server terhadap kinerja website.
Apa saja fungsinya? Berikut beberapa di antaranya:
- Sebagai media penyimpanan data dalam berbagai bentuk seperti JavaScript, CSS, HTML, gambar, dokumen, foto, video, dan lain sebagainya.
- Mengatur dan memproses segala aktifitas permintaan data client agar dapat tampil optimal pada halaman browser.
- Membersihkan berbagai cache serta sampah yang terdapat pada penyimpanan server.
- Melakukan inspeksi serta pemeriksaan terhadap sistem keamanan yang berasal dari permintaan HTTP berdasarkan kiriman dari klien/browser, dan
- Menjamin sistem keamanan pengguna data pada server inti.
Sudah Paham Bagaimana Cara Kerja Web Server?
Nah, itulah pembahasan lengkap tentang apa itu web server, beserta fungsi, jenis dan cara kerjanya.
Pada intinya, web server merupakan sebuah tools atau perangkat yang berfungsi memproses permintaan data dari klien agar situs web dapat tampil optimal pada sebuah browser.
Pengertian Web Server, Cek Lengkap Fungsi dan Cara Kerjanya
Semoga bermanfaat 🙂